Notasi spdf: Konfigurasi Elektron dan Elektron Valensi
Pelajari cara membaca dan menulis konfigurasi elektron spdf, mengikuti urutan pengisian subkulit, dan menentukan elektron valensi untuk Kimia HSC.
Atom klorin memiliki 17 elektron. Kamu mungkin sudah menuliskan susunan kulit elektronnya sebagai \(2,8,7\). Itu memberi tahu sesuatu yang penting: klorin memiliki tujuh elektron pada kulit terluarnya. Namun, penulisan tersebut menyembunyikan suatu detail yang menjadi penting dalam Kimia HSC. Elektron-elektron itu tidak sekadar ditempatkan ke dalam tiga kulit tanpa struktur lebih lanjut.
Di dalam setiap kulit terdapat subkulit, yang diberi label \(s\), \(p\), \(d\), dan \(f\). Konfigurasi elektron klorin yang lebih tepat adalah
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^5
\]
Sebelum melanjutkan, buatlah sebuah prediksi. Dalam \(3p^5\), menurutmu apa arti 3, \(p\), dan 5 masing-masing?
Ketiganya menjelaskan tiga hal yang berbeda: kulit yang mana, jenis subkulit yang mana, dan berapa banyak elektron yang berada dalam subkulit tersebut. Setelah kamu dapat membaca ketiga bagian ini secara terpisah, notasi spdf akan terasa jauh lebih mudah dipahami.
01Apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh notasi spdf
Bayangkan sebuah gedung apartemen.
Nomor kulit menunjukkan lantainya. Huruf subkulit menunjukkan jenis ruangan pada lantai tersebut. Superskrip menunjukkan berapa banyak elektron yang menempati jenis ruangan tersebut.
Jadi, dalam \(3p^5\):
- \(3\) berarti kulit elektron ketiga
- \(p\) berarti subkulit \(p\)
- \(5\) berarti lima elektron menempati subkulit \(3p\) tersebut
Analogi apartemen berguna karena memisahkan tiga fungsi yang dijalankan oleh notasi tersebut. Namun, analogi ini tidak sepenuhnya tepat. Elektron bukanlah bola-bola kecil yang duduk di dalam ruangan-ruangan kecil yang tetap. Orbital menggambarkan wilayah yang berkaitan dengan energi elektron tertentu dan distribusi probabilitas.
Untuk Kimia HSC, langkah pertama yang penting adalah mampu membaca dan menyusun notasi tersebut dengan benar.
02Kulit, subkulit, dan orbital
Sebuah kulit diidentifikasi berdasarkan bilangan kuantum utamanya, \(n\). Untuk kulit pertama, \(n=1\). Untuk kulit kedua, \(n=2\), dan seterusnya.
Setiap kulit dapat mengandung satu atau lebih subkulit.
| Kulit | Subkulit yang tersedia |
|---|---|
| \(n=1\) | \(1s\) |
| \(n=2\) | \(2s, 2p\) |
| \(n=3\) | \(3s, 3p, 3d\) |
| \(n=4\) | \(4s, 4p, 4d, 4f\) |
Huruf \(s\), \(p\), \(d\), dan \(f\) merupakan label untuk berbagai jenis subkulit.
Setiap subkulit mengandung sejumlah orbital, dan setiap orbital dapat menampung maksimum dua elektron.
| Subkulit | Jumlah orbital | Elektron maksimum |
|---|---|---|
| \(s\) | 1 | 2 |
| \(p\) | 3 | 6 |
| \(d\) | 5 | 10 |
| \(f\) | 7 | 14 |
Dari sini diperoleh kapasitas yang perlu diketahui:
\[
s^2,\qquad p^6,\qquad d^{10},\qquad f^{14}
\]
Superskrip menunjukkan jumlah elektron, bukan pangkat dalam pengertian matematika biasa. \(3p^4\) tidak berarti “3p dipangkatkan 4”. Artinya adalah empat elektron dalam subkulit \(3p\).
03Membaca konfigurasi elektron
Perhatikan sulfur:
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^4
\]
Kamu dapat memeriksa konfigurasi tersebut dengan menjumlahkan superskripnya:
\[
2+2+6+2+4=16
\]
Atom sulfur netral memiliki nomor atom 16, sehingga seharusnya mengandung 16 elektron. Jumlahnya sesuai.
Ini adalah salah satu pemeriksaan kesalahan tercepat yang dapat kamu gunakan. Untuk sebuah atom netral:
\[
\text{jumlah elektron}=\text{nomor atom}
\]
Sebagai contoh, jika kamu menulis konfigurasi elektron untuk fosfor, yang memiliki nomor atom 15, tetapi jumlah superskripnya adalah 16, berarti ada sesuatu yang salah.
Jika kamu perlu mengingat kembali bagaimana jumlah elektron berubah ketika atom menjadi ion, lihat Konfigurasi Elektronik untuk Kimia HSC: Atom dan Ion.
04Elektron tidak sekadar mengisi satu kulit sampai penuh sebelum memulai kulit berikutnya
Inilah bagian yang sering mengecoh.
Kamu mungkin memperkirakan bahwa elektron akan mengisi setiap subkulit yang tersedia pada kulit 3 sebelum memasuki kulit 4. Hal itu tampak masuk akal jika nomor kulit saja yang menentukan energi.
Namun, tidak demikian.
Elektron menempati subkulit yang tersedia berdasarkan urutan energi yang meningkat. Untuk unsur-unsur yang umum kamu temui, awal urutan pengisiannya adalah
\[
1s,\ 2s,\ 2p,\ 3s,\ 3p,\ 4s,\ 3d,\ 4p,\ 5s,\ldots
\]
Perhatikan bagian yang tampak tidak biasa:
\[
4s \text{ terisi sebelum } 3d
\]
Jadi kalium, yang memiliki 19 elektron, berakhir dengan \(4s^1\):
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6\,4s^1
\]
Konfigurasi tersebut tidak langsung berlanjut ke \(3d\).
Cara yang berguna untuk memahaminya adalah bahwa nomor kulit memberi tahu kita sesuatu tentang keadaan elektron, tetapi nomor tersebut saja tidak memberikan urutan energi secara lengkap. Subkulit \(4s\) dan \(3d\) memiliki energi yang saling berdekatan sedemikian rupa sehingga model sederhana “selesaikan lantai 3 sebelum lantai 4” tidak berlaku.
Contoh dikerjakan: Tuliskan konfigurasi spdf oksigen
Tuliskan konfigurasi elektron keadaan dasar dari atom oksigen netral.
Langkah 1
Oksigen memiliki nomor atom 8. Oleh karena itu, atom oksigen netral memiliki 8 elektron.
Langkah 2
Subkulit \(1s\) dapat menampung dua elektron:
\[
1s^2
\]
Kita telah menempatkan 2 elektron, sehingga tersisa 6.
Langkah 3
Subkulit \(2s\) juga dapat menampung maksimum dua elektron:
\[
1s^2\,2s^2
\]
Empat elektron sekarang telah ditempatkan, sehingga tersisa 4.
Langkah 4
Subkulit \(2p\) dapat menampung hingga enam elektron, tetapi kita hanya perlu menempatkan empat:
\[
\boxed{1s^2\,2s^2\,2p^4}
\]
Langkah 5
\[
2+2+4=8
\]
Konfigurasi tersebut mencakup kedelapan elektron. Konfigurasi itu juga menunjukkan bahwa kulit terluar oksigen, \(n=2\), mengandung \(2+4=6\) elektron.
Contoh dikerjakan: Tuliskan konfigurasi spdf bromin
Tuliskan konfigurasi elektron keadaan dasar dari atom bromin netral dan identifikasi elektron-elektron pada kulit terluarnya.
Langkah 1
Bromin memiliki nomor atom 35, sehingga atom bromin netral memiliki 35 elektron.
Langkah 2
Isi subkulit-subkulit dengan urutan:
\[
1s,\ 2s,\ 2p,\ 3s,\ 3p,\ 4s,\ 3d,\ 4p
\]
Hasilnya adalah
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6\,4s^2\,3d^{10}\,4p^5
\]
Langkah 3
\[
2+2+6+2+6+2+10+5=35
\]
Jadi konfigurasi elektronnya adalah
\[
\boxed{1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6\,4s^2\,3d^{10}\,4p^5}
\]
Langkah 4
Nomor kulit terbesar yang muncul adalah \(n=4\).
Elektron-elektron pada kulit tersebut adalah
\[
4s^2\,4p^5
\]
sehingga terdapat
\[
2+5=7
\]
elektron pada kulit terluar bromin.
Perhatikan bahwa \(3d^{10}\) muncul di antara \(4s^2\) dan \(4p^5\) dalam urutan pengisian. Hal itu tidak berarti elektron \(3d\) berada pada kulit 4. Angka yang ditulis sebelum huruf tetap menunjukkan kulitnya.
05Cara mengidentifikasi elektron valensi dari notasi spdf
Untuk unsur golongan utama yang biasanya kamu temui saat pertama kali mempelajari konfigurasi elektron, elektron valensi adalah elektron-elektron pada kulit terluar yang terisi dari atom tersebut.
Aturan penentuannya sederhana:
- Tulis atau periksa konfigurasi elektronnya.
- Temukan nomor kulit terbesar, \(n\).
- Hitung elektron pada subkulit-subkulit yang memiliki nomor kulit tersebut.
Perhatikan fosfor:
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^3
\]
Nomor kulit terbesar adalah 3.
Elektron-elektron pada kulit 3 adalah
\[
3s^2\,3p^3
\]
sehingga fosfor memiliki
\[
2+3=5
\]
elektron valensi.
Jangan hanya melihat superskrip terakhir. Jika kamu hanya melihat \(3\) pada \(3p^3\), kamu mungkin keliru mengatakan bahwa fosfor memiliki tiga elektron valensi. Kamu juga harus memasukkan elektron \(3s^2\).
Contoh dikerjakan: Temukan elektron valensi pada selenium
Atom selenium netral memiliki konfigurasi
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6\,4s^2\,3d^{10}\,4p^4
\]
Berapa banyak elektron valensi yang dimilikinya?
Langkah 1
Nilai \(n\) tertinggi adalah 4.
Langkah 2
Subkulit-subkulit tersebut adalah
\[
4s^2\,4p^4
\]
Elektron \(3d^{10}\) memiliki \(n=3\), sehingga bukan bagian dari kulit terluar.
Langkah 3
\[
2+4=6
\]
Oleh karena itu, selenium memiliki
\[
\boxed{6\text{ elektron valensi}}
\]
Hal ini penting secara kimia karena elektron terluar adalah elektron yang paling langsung terlibat ketika atom-atom golongan utama membentuk ikatan atau ion.
06Cara cepat yang berguna dari tabel periodik
Tabel periodik dan notasi spdf berkaitan erat.
Wilayah-wilayah utama pada tabel berhubungan dengan subkulit yang sedang diisi:
| Wilayah | Subkulit yang sedang diisi |
|---|---|
| Dua kolom paling kiri | blok \(s\) |
| Enam kolom paling kanan | blok \(p\) |
| Logam transisi di bagian tengah | blok \(d\) |
| Dua baris terpisah di bagian bawah | blok \(f\) |
Sebagai contoh, klorin berada di blok \(p\). Konfigurasinya berakhir dengan
\[
3p^5
\]
Kalsium berada di blok \(s\). Konfigurasinya berakhir dengan
\[
4s^2
\]
Ini bukan sekadar trik hafalan. Bentuk tabel periodik mencerminkan kapasitas subkulit. Subkulit \(s\) menampung 2 elektron, sehingga blok \(s\) memiliki lebar dua kolom. Subkulit \(p\) menampung 6 elektron, sehingga blok \(p\) memiliki lebar enam kolom.
07Kesalahpahaman utama: “elektron valensi hanyalah elektron terakhir yang ditulis”
Cara ini cukup sering berhasil sehingga justru dapat menyesatkan.
Perhatikan klorin:
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^5
\]
Suku terakhir adalah \(3p^5\), tetapi klorin tidak memiliki lima elektron valensi.
Kulit terluarnya adalah kulit 3, yang mencakup
\[
3s^2 \text{ dan } 3p^5
\]
Oleh karena itu, klorin memiliki tujuh elektron valensi.
Masalahnya menjadi lebih jelas pada kalsium:
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6\,4s^2
\]
Dalam kasus ini, melihat hanya suku terakhir kebetulan memberikan jumlah elektron valensi yang benar, yaitu dua. Cara cepat tersebut berhasil, tetapi hanya secara kebetulan. Metode yang dapat diandalkan adalah selalu mengidentifikasi kulit terluar yang terisi terlebih dahulu.
08Berhati-hatilah dengan logam transisi
Untuk unsur golongan utama, mendefinisikan elektron valensi sebagai elektron pada kulit terisi dengan nomor tertinggi bekerja dengan baik.
Logam transisi memerlukan perhatian lebih.
Perhatikan skandium:
\[
[\ce{Ar}]\,4s^2\,3d^1
\]
Notasi \([\ce{Ar}]\) berarti “memiliki konfigurasi elektron bagian dalam yang sama seperti argon”. Ini adalah cara singkat agar kita tidak perlu berulang kali menuliskan
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6
\]
Jika kamu menggunakan definisi sederhana berdasarkan kulit terluar, skandium memiliki dua elektron dengan nomor kulit tertinggi, yaitu \(n=4\).
Namun, elektron \(3d\) juga dapat berpartisipasi dalam kimia logam transisi. Karena itu, pembahasan yang lebih lanjut mengenai elektron valensi pada logam transisi dapat mencakup elektron \(s\) terluar maupun elektron \(d\) yang energinya berdekatan.
Jadi, jangan begitu saja menerapkan cara cepat untuk golongan utama pada setiap unsur dalam tabel periodik. Dalam soal HSC, gunakan definisi dan konteks kimia yang sedang diuji. Untuk konfigurasi elektron unsur golongan utama, “kulit terisi dengan nomor tertinggi” merupakan aturan yang jelas.
09Metode cepat untuk memeriksa notasi spdf
Saat kamu diberi atau telah menulis suatu konfigurasi elektron, periksa empat hal.
1. Apakah jumlah elektronnya sesuai?
Untuk atom netral, jumlah superskrip harus sama dengan nomor atom.
2. Apakah ada subkulit yang melebihi kapasitasnya?
Ingat:
\[
s^2,\quad p^6,\quad d^{10},\quad f^{14}
\]
Jadi \(2p^7\) tidak mungkin.
3. Apakah urutan pengisiannya masuk akal?
Sebagai contoh, \(4s\) mulai terisi sebelum \(3d\) dalam konfigurasi keadaan dasar yang biasa digunakan untuk atom netral.
4. Jika kamu mencari elektron valensi, apakah kamu telah menghitung seluruh kulit terluar?
Jangan otomatis menggunakan superskrip terakhir.
Keempat pemeriksaan tersebut dapat menemukan sebagian besar kesalahan yang umum terjadi.
10Pertanyaan dan solusi
Pertanyaan 1
Atom magnesium netral memiliki nomor atom 12. Tuliskan konfigurasi elektron spdf lengkapnya dan nyatakan jumlah elektron valensinya.
Solusi 1
Konfigurasi elektronnya adalah \(\boxed{1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2}\), dan magnesium memiliki \(\boxed{2}\) elektron valensi.
Atom magnesium netral memiliki 12 elektron. Mengisi subkulit-subkulit yang tersedia secara berurutan menghasilkan
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2
\]
Memeriksa jumlah elektron:
\[
2+2+6+2=12
\]
Kulit terisi dengan nomor tertinggi adalah \(n=3\). Kulit tersebut mengandung \(3s^2\), sehingga mengandung dua elektron.
Oleh karena itu, magnesium memiliki dua elektron valensi.
Pertanyaan 2
Sebuah atom netral memiliki konfigurasi elektron
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^3
\]
Identifikasi unsurnya dan tentukan jumlah elektron valensinya.
Solusi 2
Unsur tersebut adalah \(\boxed{\text{fosfor}}\), dan memiliki \(\boxed{5}\) elektron valensi.
Pertama, jumlahkan elektronnya:
\[
2+2+6+2+3=15
\]
Atom netral dengan 15 elektron memiliki nomor atom 15, yaitu fosfor.
Kulit terisi dengan nomor tertinggi adalah \(n=3\). Kulit tersebut mengandung
\[
3s^2\,3p^3
\]
sehingga jumlah elektron valensinya adalah
\[
2+3=5
\]
Kesalahan yang mudah dilakukan adalah hanya menggunakan superskrip terakhir dan menjawab tiga. Elektron \(3s\) berada pada kulit terluar yang sama dan juga harus dihitung.
Pertanyaan 3
Seorang siswa mengusulkan konfigurasi elektron keadaan dasar berikut untuk sebuah atom netral:
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^7
\]
Ia berpendapat bahwa karena jumlah superskripnya adalah 19, konfigurasi tersebut pasti mewakili kalium. Jelaskan apakah konfigurasi tersebut valid, dan tuliskan konfigurasi yang benar jika diperlukan.
Solusi 3
Konfigurasi tersebut \(\boxed{\text{tidak valid}}\). Konfigurasi keadaan dasar kalium yang benar adalah
\[
\boxed{1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6\,4s^1}
\]
Perhitungan jumlah elektron siswa tersebut benar:
\[
2+2+6+2+7=19
\]
tetapi menghitung elektron bukanlah satu-satunya pemeriksaan.
Sebuah subkulit \(p\) mengandung tiga orbital, dengan maksimum dua elektron pada setiap orbital. Oleh karena itu, subkulit tersebut dapat mengandung paling banyak
\[
3\times2=6
\]
elektron.
Suku \(3p^7\) tidak mungkin.
Setelah \(3p\) mencapai kapasitas enam elektron, elektron berikutnya menempati \(4s\). Oleh karena itu, kalium adalah
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6\,4s^1
\]
Jebakannya adalah menganggap bahwa jumlah total elektron yang benar menjamin konfigurasi elektron yang benar.
Pertanyaan 4
Dua siswa sedang membahas konfigurasi
\[
1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^6\,4s^2\,3d^{10}\,4p^3
\]
Siswa A mengatakan bahwa atom tersebut memiliki tiga elektron valensi karena suku terakhir adalah \(4p^3\).
Siswa B mengatakan bahwa atom tersebut memiliki lima elektron valensi.
Tentukan jumlah elektron yang benar, identifikasi unsurnya, dan jelaskan alasannya.
Solusi 4
Atom tersebut adalah \(\boxed{\text{arsenik}}\), dan untuk atom golongan utama ini jumlah elektron valensi yang benar adalah \(\boxed{5}\).
Pertama, hitung semua elektronnya:
\[
2+2+6+2+6+2+10+3=33
\]
Atom netral dengan 33 elektron memiliki nomor atom 33, sehingga atom tersebut adalah arsenik.
Kulit terisi dengan nomor tertinggi adalah \(n=4\). Subkulit-subkulit yang termasuk dalam kulit tersebut adalah
\[
4s^2\,4p^3
\]
Oleh karena itu, jumlah elektron valensinya adalah
\[
2+3=5
\]
Kesalahan Siswa A adalah memperlakukan “subkulit terakhir yang ditulis” seolah-olah berarti “seluruh kulit valensi”. Elektron \(4s^2\) juga berada pada kulit 4.
Elektron \(3d^{10}\) tidak dihitung sebagai elektron kulit terluar karena nomor kulitnya adalah \(n=3\), meskipun muncul setelah \(4s^2\) dalam urutan pengisian yang ditulis.
Pertanyaan 5
Seorang siswa membuat aturan berikut:
“Untuk mencari elektron valensi suatu atom, temukan angka terbesar dalam konfigurasi spdf-nya dan jumlahkan setiap superskrip yang berada di samping angka tersebut.”
Ia menguji aturan tersebut pada selenium:
\[
[\ce{Ar}]\,4s^2\,3d^{10}\,4p^4
\]
dan memperoleh enam elektron valensi.
Kemudian ia menyatakan bahwa aturan yang sama memberikan gambaran lengkap tentang elektron valensi yang tersedia secara kimia untuk setiap unsur, termasuk logam transisi.
Evaluasilah aturan tersebut.
Solusi 5
Aturan tersebut \(\boxed{\text{dapat diandalkan untuk mengidentifikasi elektron kulit terluar pada atom golongan utama, tetapi bukan aturan umum yang lengkap untuk elektron valensi logam transisi}}\).
Untuk selenium, aturan tersebut bekerja dengan sempurna. Nomor kulit terbesar adalah \(n=4\), dan subkulit \(n=4\) yang terisi adalah
\[
4s^2\,4p^4
\]
sehingga selenium memiliki
\[
2+4=6
\]
elektron valensi pada kulit terluar.
Asumsi tersembunyinya adalah bahwa hanya elektron pada kulit dengan nilai \(n\) tertinggi yang dapat berpartisipasi secara signifikan dalam perilaku kimia.
Itu merupakan model yang berguna untuk unsur golongan utama, tetapi logam transisi membuatnya lebih rumit. Elektron \((n-1)d\) pada logam transisi dapat memiliki energi yang cukup dekat dengan elektron \(ns\) terluar sehingga keduanya dapat berpartisipasi dalam pembentukan ikatan dan ion.
Sebagai contoh, skandium memiliki konfigurasi
\[
[\ce{Ar}]\,4s^2\,3d^1
\]
Aturan berdasarkan kulit tertinggi mengidentifikasi dua elektron \(4s\) sebagai elektron kulit terluarnya. Namun, elektron \(3d\) juga relevan terhadap kimia skandium.
Jadi aturan tersebut sebaiknya dinyatakan dengan lebih cermat:
Untuk atom golongan utama, temukan kulit terisi dengan nomor tertinggi dan hitung elektronnya untuk menentukan jumlah elektron valensi yang biasanya digunakan. Untuk logam transisi, makna “elektron valensi” bergantung pada konteks kimia dan juga dapat mencakup elektron \(d\).
Pembedaan ini menjadi berguna ketika kamu beralih dari konfigurasi elektron ke tren periodik, pembentukan ion, dan ikatan kimia. Notasi spdf bukan sekadar cara yang lebih panjang untuk menulis \(2,8,7\). Notasi ini menunjukkan bagaimana elektron tersusun di dalam setiap kulit, yaitu detail yang diperlukan untuk menjelaskan mengapa berbagai bagian tabel periodik memiliki perilaku yang berbeda.