Momentum atau Energi Kinetik? Panduan untuk Soal Tumbukan

Pelajari cara memilih persamaan yang tepat untuk soal tumbukan dengan menentukan sistem, memeriksa impuls eksternal, dan membedakan tumbukan elastis dari tidak elastis. Dilengkapi contoh penyelesaian dan lima soal latihan beserta pembahasan terperinci.

Sebuah troli bermassa 2.0 kg yang bergerak dengan kecepatan \(+4.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\) bertumbukan dengan troli bermassa 1.0 kg yang diam. Kedua troli tersebut memiliki momentum total awal sebesar \(+8.0\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}}\). Bisakah kamu menentukan kedua kecepatan akhir hanya berdasarkan informasi tersebut?

Sebelum memilih persamaan, pertimbangkan tiga kemungkinan: kekekalan momentum, kekekalan energi kinetik, atau kekekalan keduanya. Pilihan yang tepat bergantung pada sistem yang kamu kaji, gaya eksternal yang bekerja selama tumbukan, dan informasi yang kamu ketahui tentang tumbukan itu sendiri.

Kondisi awal sama, hasil tumbukan berbeda

Keadaan awal

m₁ = 2.0 kg, u₁ = +4.0 m/s; m₂ = 1.0 kg, u₂ = 0

Momentum total = +8.0 kg·m/s

Menyatu

v₁ = v₂ = +2.67 m/s

Kekekalan momentum menentukan kecepatan akhir bersama.

Terpisah setelah tumbukan

2.0v₁ + 1.0v₂ = 8.0

Kecepatan dalam m/s; momentum saja memungkinkan beberapa hasil.

Jika elastis: v₁ = +1.33 m/s, v₂ = +5.33 m/s.

Kedua hasil tumbukan berawal dari momentum total +8.0 kg·m/s. Jika kedua troli menyatu, kekekalan momentum menentukan kecepatan bersama mereka. Jika kedua troli terpisah, momentum saja tidak dapat menentukan kedua kecepatan akhirnya; diperlukan syarat tambahan, seperti tumbukan elastis.

Kuncinya adalah memulai dengan momentum, asalkan impuls eksternal netto dapat diabaikan. Energi kinetik merupakan syarat tambahan, bukan sesuatu yang otomatis kekal setiap kali benda bertumbukan.

01Tentukan sistem sebelum memilih persamaan

Sistem adalah kumpulan benda yang gerakannya sedang kamu analisis. Dalam suatu tumbukan, keputusan mengenai benda mana yang termasuk dalam sistem akan memengaruhi gaya mana yang dianggap sebagai gaya eksternal.

Bayangkan dua troli bertumbukan di atas lintasan.

Jika sistemmu mencakup kedua troli, gaya yang diberikan kedua troli satu sama lain merupakan gaya internal. Menurut hukum III Newton, gaya-gaya tersebut sama besar dan berlawanan arah. Oleh karena itu, impuls dari kedua gaya tersebut saling meniadakan ketika kamu mempertimbangkan momentum total kedua troli.

Namun, jika sistemmu hanya mencakup troli pertama, gaya yang diberikan troli kedua merupakan gaya eksternal terhadap sistem tersebut. Momentum troli pertama berubah selama tumbukan.

Sistem menentukan gaya mana yang bersifat eksternal

Sistem: A dan B

F(B on A) = −F(A on B)

Kedua gaya bersifat internal terhadap sistem.

Jumlah keduanya nol; momentum total tidak berubah jika impuls eksternal netto dapat diabaikan.

Sistem: A saja

Δp(A) = J(B on A)

Gaya dari B bersifat eksternal terhadap sistem ini.

Gaya tersebut mengubah momentum A selama tumbukan.

Hukum III Newton menyatakan bahwa gaya interaksi besarnya sama dan arahnya berlawanan. Kedua gaya tersebut saling meniadakan dalam perhitungan momentum total untuk kedua benda, tetapi gaya dari B mengubah momentum benda A jika benda A dipandang sebagai sistem tersendiri.

Apakah adanya gaya eksternal otomatis berarti momentum tidak kekal?

Tidak selalu. Kamu perlu mempertimbangkan impuls eksternal selama tumbukan.

Impuls mengukur pengaruh gaya yang bekerja selama selang waktu tertentu. Untuk suatu sistem, impuls eksternal netto sama dengan perubahan momentum totalnya:

\[ J_{\text{eksternal}}=\Delta p_{\text{sistem}} =p_f-p_i \]

Di sini:

  • \(J_{\text{eksternal}}\) adalah impuls eksternal netto, yang diukur dalam newton-detik (\(\mathrm{N\,s}\)).
  • \(p_i\) adalah momentum total sistem sebelum tumbukan.
  • \(p_f\) adalah momentum total sistem setelah tumbukan.

Jika impuls eksternal netto bernilai nol, atau dapat diabaikan dibandingkan perubahan momentum yang sedang kamu kaji, momentum total kekal:

\[ p_i\approx p_f \]

Jika impuls eksternal cukup besar untuk diperhitungkan, gunakan hubungan yang lebih umum:

\[ p_f=p_i+J_{\text{eksternal}} \]

Perbedaan ini berguna dalam soal HSC. Gaya tumbukan yang besar dapat bekerja antara dua benda sementara momentum total kedua benda tetap kekal, karena gaya tersebut merupakan gaya internal bagi sistem yang mencakup kedua benda. Sementara itu, gaya gesek dari lintasan merupakan gaya eksternal dan dapat mengubah momentum total kedua benda.

Pertanyaan pentingnya bukan sekadar apakah ada gaya eksternal. Yang perlu diperhatikan adalah apakah impuls eksternal netto selama tumbukan dapat diabaikan.

02Momentum merupakan titik awal dalam soal tumbukan

Momentum menggambarkan massa dan kecepatan suatu benda secara bersamaan:

\[ p=mv \]

Di sini, \(p\) adalah momentum, \(m\) adalah massa dalam kilogram, dan \(v\) adalah kecepatan dalam meter per sekon. Momentum merupakan besaran vektor, sehingga arah gerak perlu diperhitungkan.

Untuk tumbukan satu dimensi antara dua benda, hukum kekekalan momentum memberikan:

\[ m_1u_1+m_2u_2=m_1v_1+m_2v_2 \]

Di sini:

  • \(m_1\) dan \(m_2\) adalah massa kedua benda.
  • \(u_1\) dan \(u_2\) adalah kecepatan awal kedua benda.
  • \(v_1\) dan \(v_2\) adalah kecepatan akhir kedua benda.

Tentukan arah positif sebelum memasukkan nilai ke dalam persamaan. Jika arah ke kanan ditetapkan sebagai positif, benda yang bergerak ke kiri memiliki kecepatan negatif.

Persamaan ini berlaku untuk tumbukan elastis maupun tidak elastis, asalkan impuls eksternal netto pada sistem yang dipilih dapat diabaikan.

Perbedaan ini penting. Kekekalan momentum tidak mengharuskan benda memantul secara sempurna, mempertahankan kecepatan awalnya, atau mempertahankan seluruh energi kinetiknya. Syaratnya adalah momentum total sistem tetap tidak berubah.

Namun, momentum saja mungkin tidak cukup untuk menentukan semua besaran yang belum diketahui. Jika terdapat dua kecepatan akhir yang tidak diketahui, persamaan momentum hanya memberikan satu hubungan antara keduanya. Kamu memerlukan syarat tambahan untuk menentukan kedua kecepatan tersebut.

Di sinilah perilaku energi selama tumbukan menjadi penting.

03Energi kinetik merupakan syarat tambahan

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena gerakannya:

\[ E_k=\frac12mv^2 \]

Berbeda dengan momentum, energi kinetik merupakan besaran skalar. Karena kecepatan dikuadratkan, arah gerak tidak memengaruhi nilainya.

Untuk sistem yang terdiri atas dua benda, energi kinetik total sebelum tumbukan adalah:

\[ E_{k,i}=\frac12m_1u_1^2+\frac12m_2u_2^2 \]

Persamaan yang sesuai setelah tumbukan adalah:

\[ E_{k,f}=\frac12m_1v_1^2+\frac12m_2v_2^2 \]

Apakah kedua besaran ini sama bergantung pada jenis tumbukannya.

Tumbukan elastis

Tumbukan elastis mempertahankan energi kinetik total benda-benda yang bertumbukan:

\[ E_{k,i}=E_{k,f} \]

Jika impuls eksternal netto juga dapat diabaikan, kamu dapat menggunakan hukum kekekalan momentum sekaligus hukum kekekalan energi kinetik.

Kedua hukum tersebut memberikan dua hubungan independen yang dapat cukup untuk menentukan dua kecepatan akhir yang belum diketahui.

Tumbukan tidak elastis

Dalam tumbukan tidak elastis, energi kinetik total tidak kekal. Sebagian energi kinetik berpindah ke bentuk energi lain, seperti energi deformasi, bunyi, energi termal, atau energi internal.

Momentum tetap dapat kekal pada saat yang sama.

Jika dua benda menyatu setelah bertumbukan, tumbukan tersebut disebut tumbukan tidak elastis sempurna. Kedua benda memiliki kecepatan akhir yang sama:

\[ v_1=v_2=v_f \]

Kecepatan bersama tersebut memberikan syarat tambahan. Kamu dapat menghitungnya menggunakan hukum kekekalan momentum tanpa mengasumsikan bahwa energi kinetik kekal.

Energi kinetik kedua benda umumnya lebih rendah setelah keduanya menyatu, meskipun energi total sistem secara keseluruhan tetap kekal.

Besaran apa yang kekal dalam tumbukan?

Tumbukan elastis

pᵢ = pᶠ; Eₖ,ᵢ = Eₖ,ᶠ

Momentum total dan energi kinetik total tidak berubah.

Tumbukan tidak elastis

pᵢ = pᶠ; Eₖ,ᶠ < Eₖ,ᵢ

Energi kinetik berkurang; selisihnya berpindah ke bentuk energi lain, seperti bunyi, energi termal, atau deformasi.

Dengan mengasumsikan bahwa impuls eksternal netto dapat diabaikan, momentum total kekal dalam kedua kasus. Dalam contoh tumbukan tidak elastis ini, penurunan energi kinetik berpindah ke bentuk energi lain; energi total tetap kekal.

Ada satu hal yang perlu diingat untuk soal yang lebih menantang: jika pegas atau penyimpan energi internal lainnya melepaskan energi selama tumbukan, energi kinetik total benda-benda justru dapat meningkat. Hal ini tetap tidak menjadikan tumbukan tersebut elastis. Sifat elastis suatu tumbukan ditentukan oleh apakah energi kinetik total tetap tidak berubah.

04Urutan pengambilan keputusan yang praktis

Gunakan urutan berikut setiap kali soal tumbukan meminta kamu menghitung kecepatan akhir, perubahan energi, atau keduanya.

Pilih persamaan tumbukan yang tepat

  1. Tentukan sistem

    Identifikasi benda yang termasuk dalam sistem.

  2. Periksa impuls eksternal

    pᶠ = pᵢ + Jₑₓₜ

    Impuls dapat diabaikan: gunakan hukum kekekalan momentum. Jika tidak, perhitungkan impuls eksternal netto.

  3. Periksa sifat elastis tumbukan

    Jika secara eksplisit dinyatakan elastis, gunakan juga hukum kekekalan energi kinetik total. Jika tidak, jangan mengasumsikannya.

  4. Periksa apakah benda menyatu

    v₁ = v₂ = vᶠ

    Gunakan kecepatan akhir yang sama dan persamaan momentum-impuls yang sesuai.

  5. Periksa informasi yang belum tersedia

    Hitung jumlah persamaan independen dan besaran yang belum diketahui. Jika perlu, cari syarat tambahan yang valid.

Pilih persamaan berdasarkan sistem dan kondisi tumbukan. Kekekalan momentum mensyaratkan impuls eksternal netto yang dapat diabaikan; kekekalan energi kinetik juga mensyaratkan tumbukan elastis. Jangan pernah mengasumsikan informasi yang belum diberikan.

Tabel pemilihan metode

Informasi yang diberikanPersamaan yang digunakanKesalahan umum
Impuls eksternal dapat diabaikan, tetapi jenis tumbukan tidak diketahuiHukum kekekalan momentumMengasumsikan energi kinetik kekal
Tumbukan secara eksplisit dinyatakan elastisHukum kekekalan momentum dan energi kinetikMelupakan tanda kecepatan dalam persamaan momentum
Kedua benda menyatuHukum kekekalan momentum dan kecepatan akhir yang samaMenganggap energi kinetik juga kekal
Impuls eksternal yang signifikan diberikan\(p_f=p_i+J_{\text{eksternal}}\)Menyamakan momentum awal dan akhir
Dua kecepatan akhir belum diketahui, tetapi hanya informasi momentum yang tersediaMomentum memberikan satu hubunganMengasumsikan satu persamaan dapat menentukan dua besaran independen yang belum diketahui

Empat pertanyaan yang perlu kamu ajukan sebelum menghitung

  • Benda apa saja yang termasuk dalam sistem saya?
  • Apakah impuls eksternal netto selama tumbukan dapat diabaikan?
  • Apakah soal menyatakan bahwa tumbukan bersifat elastis, bahwa kedua benda menyatu, atau memberikan syarat lainnya?
  • Setelah menuliskan persamaan yang secara fisika dapat saya gunakan, apakah saya memiliki cukup banyak hubungan independen untuk menentukan setiap besaran yang belum diketahui?

Jika kamu tidak dapat membenarkan penggunaan hukum kekekalan energi kinetik, jangan gunakan hukum tersebut. Jika jumlah besaran yang belum diketahui melebihi jumlah persamaan independen yang tersedia, kamu memerlukan informasi fisika tambahan. Sebanyak apa pun kamu menyusun ulang persamaan, syarat yang belum diketahui tidak akan muncul dengan sendirinya.

05Contoh penyelesaian: Dua troli menyatu setelah tumbukan

Sebuah troli bermassa 2.0 kg bergerak ke kanan dengan kecepatan \(4.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\) dan bertumbukan dengan troli bermassa 1.0 kg yang diam. Kedua troli menyatu. Impuls horizontal eksternal netto pada kedua troli dapat diabaikan.

Hitung kecepatan akhir bersama dan penurunan energi kinetik totalnya.

Langkah 1

Anggap kedua troli sebagai satu sistem. Karena impuls horizontal eksternal netto dapat diabaikan, momentum total kekal.

Karena kedua troli menyatu, keduanya memiliki satu kecepatan akhir, \(v_f\). Kita tidak mengasumsikan bahwa energi kinetik kekal.

Langkah 2

\[ m_1u_1+m_2u_2=(m_1+m_2)v_f \]

Masukkan nilai yang diketahui dengan menetapkan arah ke kanan sebagai positif:

\[ (2.0)(+4.0)+(1.0)(0)=(3.0)v_f \]

Dengan demikian,

\[ v_f=\frac{8.0}{3.0} =+2.67\ \mathrm{m\,s^{-1}} \]

Kedua troli bergerak bersama ke kanan dengan kecepatan \(2.67\ \mathrm{m\,s^{-1}}\).

Langkah 3

Sebelum tumbukan, hanya troli pertama yang bergerak:

\[ E_{k,i}=\frac12(2.0)(4.0)^2 =16.0\ \mathrm J \]

Setelah tumbukan, massa gabungannya adalah \(3.0\ \mathrm{kg}\):

\[ E_{k,f}=\frac12(3.0) \left(\frac83\right)^2 =10.67\ \mathrm J \]

Penurunan energi kinetiknya adalah:

\[ \begin{aligned} E_{k,\text{penurunan}} &=E_{k,i}-E_{k,f}\\ &=16.0-10.67\\ &=5.33\ \mathrm J \end{aligned} \]

Langkah 4

Momentum total kedua troli kekal, tetapi energi kinetik totalnya berkurang sebesar \(5.33\ \mathrm J\).

Energi tersebut tidak menghilang. Energi itu berpindah ke bentuk lain, seperti energi deformasi, bunyi, atau energi internal. Fakta bahwa kedua troli menyatu menunjukkan bahwa kita tidak boleh menggunakan hukum kekekalan energi kinetik sebagai persamaan untuk menentukan gerak akhirnya.

06Contoh penyelesaian: Kedua troli yang sama bertumbukan secara elastis

Troli bermassa 2.0 kg yang sama, bergerak dengan kecepatan \(4.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\), bertumbukan dengan troli bermassa 1.0 kg yang diam. Kali ini, tumbukan dinyatakan elastis, dan kedua troli terpisah setelah tumbukan. Impuls horizontal eksternal netto dapat diabaikan.

Tentukan kecepatan akhir setiap troli.

Langkah 1

Kedua troli membentuk satu sistem, dan impuls eksternal dapat diabaikan. Oleh karena itu, momentum total dapat dianggap kekal.

Tumbukan secara eksplisit dinyatakan elastis, sehingga energi kinetik juga kekal. Kedua persamaan ini akan menentukan kecepatan akhir kedua troli.

Langkah 2

Misalkan \(v_1\) dan \(v_2\) masing-masing adalah kecepatan akhir troli bermassa 2.0 kg dan 1.0 kg.

\[ (2.0)(4.0)+(1.0)(0) =2.0v_1+1.0v_2 \]

Dengan menggunakan kecepatan dalam \(\mathrm{m\,s^{-1}}\), persamaan ini menjadi:

\[ 2v_1+v_2=8 \]

Susun ulang persamaan untuk menyatakan salah satu besaran yang belum diketahui dalam bentuk besaran lainnya:

\[ v_2=8-2v_1 \]

Langkah 3

Energi kinetik total awal adalah \(16.0\ \mathrm J\). Karena tumbukannya elastis, energi kinetik total akhir juga harus sebesar \(16.0\ \mathrm J\).

\[ \frac12(2.0)v_1^2+ \frac12(1.0)v_2^2=16 \]

Setelah menyederhanakan koefisien numeriknya, dengan kecepatan diukur dalam \(\mathrm{m\,s^{-1}}\), diperoleh:

\[ v_1^2+\frac12v_2^2=16 \]

Langkah 4

Substitusikan \(v_2=8-2v_1\) ke dalam persamaan energi kinetik:

\[ v_1^2+\frac12(8-2v_1)^2=16 \]

Setelah dikembangkan dan disederhanakan, diperoleh:

\[ 3v_1^2-16v_1+16=0 \]

Dengan memfaktorkan:

\[ (3v_1-4)(v_1-4)=0 \]

Dengan demikian,

\[ v_1=\frac43 \quad\text{atau}\quad v_1=4 \]

Akar \(v_1=4\) menghasilkan \(v_2=0\). Ini merupakan keadaan awal yang tidak berubah, bukan tumbukan yang dinyatakan terjadi ketika kedua troli berinteraksi dan kemudian terpisah. Oleh karena itu, kita menolak solusi tersebut.

Solusi fisik yang sesuai adalah:

\[ v_1=\frac43=+1.33\ \mathrm{m\,s^{-1}} \]

Selanjutnya,

\[ v_2=8-2\left(\frac43\right) =\frac{16}{3} =+5.33\ \mathrm{m\,s^{-1}} \]

Langkah 5

Momentum akhir adalah:

\[ \begin{aligned} p_f &=(2.0)\left(\frac43\right) +(1.0)\left(\frac{16}{3}\right)\\ &=8.0\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Energi kinetik akhir adalah:

\[ \begin{aligned} E_{k,f} &=\frac12(2.0)\left(\frac43\right)^2\\ &\quad+\frac12(1.0)\left(\frac{16}{3}\right)^2\\ &=16.0\ \mathrm J \end{aligned} \]

Kedua besaran tersebut sama dengan nilai awalnya, sebagaimana disyaratkan untuk tumbukan elastis pada sistem terisolasi ini.

Perhatikan bahwa data awal pada kedua contoh penyelesaian tersebut identik. Tumbukan pertama menghasilkan satu kecepatan akhir bersama dan penurunan energi kinetik. Tumbukan kedua menghasilkan dua kecepatan akhir yang berbeda, sementara momentum dan energi kinetik sama-sama kekal.

Syarat tumbukan menentukan persamaan mana yang sah untuk digunakan.

Perbandingan numerik energi kinetik total: 16.0 J pada awalnya, 16.0 J setelah tumbukan elastis, dan 10.7 J setelah kedua troli menyatu.
  • Energi kinetik total
Untuk kondisi awal yang sama, tumbukan elastis mempertahankan energi kinetik sebesar 16.0 J. Ketika kedua troli menyatu, energi kinetik turun menjadi 10.7 J: penurunan sebesar 5.3 J yang berpindah ke bentuk energi lain. Momentum total kekal dalam kedua kasus, dengan asumsi bahwa impuls eksternal dapat diabaikan.

07Soal dan pembahasan

Soal 1

Sebuah troli bermassa 1.5 kg bergerak ke kanan dengan kecepatan \(6.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\) dan bertumbukan dengan troli bermassa 2.5 kg yang diam. Kedua troli terkunci menjadi satu, dan impuls horizontal eksternal netto dapat diabaikan.

Hitung kecepatan akhir bersama dan penurunan energi kinetik totalnya.

Pembahasan 1

Kedua troli bergerak bersama dengan kecepatan \(+2.25\ \mathrm{m\,s^{-1}}\), dan energi kinetik totalnya berkurang sekitar \(16.9\ \mathrm J\).

Karena kedua troli menyatu, keduanya memiliki satu kecepatan akhir. Hukum kekekalan momentum memberikan:

\[ \begin{aligned} (1.5)(6.0)+(2.5)(0)&=(1.5+2.5)v_f\\ 9.0&=4.0v_f\\ v_f&=+2.25\ \mathrm{m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Selanjutnya, hitung energi kinetik awal:

\[ E_{k,i}=\frac12(1.5)(6.0)^2 =27.0\ \mathrm J \]

Energi kinetik akhirnya adalah:

\[ E_{k,f}=\frac12(4.0)(2.25)^2 =10.125\ \mathrm J \]

Dengan demikian,

\[ \begin{aligned} E_{k,\text{penurunan}} &=27.0-10.125\\ &=16.875\ \mathrm J\\ &\approx16.9\ \mathrm J \end{aligned} \]

Penurunan tersebut terjadi karena tumbukannya tidak elastis sempurna. Perhitungan momentum tetap valid, tetapi penggunaan hukum kekekalan energi kinetik akan menghasilkan jawaban yang salah.

Soal 2

Sebuah bola bermassa \(0.40\ \mathrm{kg}\) bergerak ke kanan dengan kecepatan \(12\ \mathrm{m\,s^{-1}}\) dan bertumbukan dengan bola bermassa \(0.60\ \mathrm{kg}\) yang bergerak ke kiri dengan kecepatan \(2.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\). Setelah tumbukan, bola pertama bergerak ke kiri dengan kecepatan \(3.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\). Anggap impuls eksternal netto pada sistem yang terdiri atas kedua bola dapat diabaikan.

Hitung kecepatan akhir bola kedua. Tentukan apakah tumbukan tersebut elastis.

Pembahasan 2

Bola kedua bergerak ke kanan dengan kecepatan \(8.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\), dan tumbukannya tidak elastis karena energi kinetik total berkurang sebesar \(9.0\ \mathrm J\).

Tetapkan arah ke kanan sebagai positif. Hukum kekekalan momentum memberikan:

\[ \begin{aligned} p_i&=(0.40)(+12)+(0.60)(-2.0)\\ &=3.6\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Misalkan \(v_2\) adalah kecepatan akhir bola kedua. Maka:

\[ \begin{aligned} 3.6&=(0.40)(-3.0)+(0.60)v_2\\ 3.6&=-1.2+0.60v_2\\ v_2&=\frac{4.8}{0.60}\\ &=+8.0\ \mathrm{m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Sekarang bandingkan energi kinetik total sebelum dan sesudah tumbukan.

Sebelum tumbukan:

\[ \begin{aligned} E_{k,i} &=\frac12(0.40)(12)^2 +\frac12(0.60)(2.0)^2\\ &=28.8+1.2\\ &=30.0\ \mathrm J \end{aligned} \]

Setelah tumbukan:

\[ \begin{aligned} E_{k,f} &=\frac12(0.40)(3.0)^2 +\frac12(0.60)(8.0)^2\\ &=1.8+19.2\\ &=21.0\ \mathrm J \end{aligned} \]

Penurunannya adalah:

\[ 30.0-21.0=9.0\ \mathrm J \]

Tumbukan tersebut tidak elastis karena energi kinetik total berubah. Momentum tetap kekal karena impuls eksternal netto dapat diabaikan. Keduanya merupakan syarat yang berbeda, dan terpenuhinya salah satu syarat tidak otomatis berarti syarat lainnya juga terpenuhi.

Soal 3

Sebuah keping bermassa \(1.0\ \mathrm{kg}\) bergerak ke kanan dengan kecepatan \(6.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\) dan bertumbukan dengan keping bermassa \(2.0\ \mathrm{kg}\) yang diam. Kedua keping menyatu.

Selama tumbukan yang berlangsung selama \(0.20\ \mathrm s\), gaya horizontal eksternal netto rata-rata pada sistem yang terdiri atas kedua keping adalah \(5.0\ \mathrm N\) ke kiri.

Hitung kecepatan akhir kedua keping yang telah menyatu. Jelaskan kesalahan dalam perhitungan yang mengasumsikan bahwa momentum total kekal.

Pembahasan 3

Kedua keping yang telah menyatu bergerak ke kanan dengan kecepatan \(1.67\ \mathrm{m\,s^{-1}}\). Mengasumsikan bahwa momentum kekal akan menghasilkan nilai yang keliru, yaitu \(2.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\), karena impuls eksternal tidak dapat diabaikan.

Momentum total awal adalah:

\[ p_i=(1.0)(6.0)+(2.0)(0) =6.0\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}} \]

Impuls eksternal adalah:

\[ \begin{aligned} J_{\text{eksternal}} &=F_{\text{rata-rata}}\Delta t\\ &=(-5.0)(0.20)\\ &=-1.0\ \mathrm{N\,s} \end{aligned} \]

Gunakan hubungan impuls-momentum:

\[ \begin{aligned} p_f&=p_i+J_{\text{eksternal}}\\ &=6.0-1.0\\ &=5.0\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Massa gabungannya adalah \(3.0\ \mathrm{kg}\), sehingga:

\[ \begin{aligned} v_f&=\frac{p_f}{m_1+m_2}\\ &=\frac{5.0}{3.0}\\ &=+1.67\ \mathrm{m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Jika kamu keliru menetapkan \(p_f=p_i\), hasilnya adalah:

\[ v_f=\frac{6.0}{3.0} =2.0\ \mathrm{m\,s^{-1}} \]

Hasil tersebut mengabaikan impuls sebesar \(-1.0\ \mathrm{N\,s}\) yang diberikan oleh lingkungan. Gaya internal akibat tumbukan saling meniadakan dalam perhitungan momentum total, tetapi gaya eksternal dari lingkungan mengubah momentum sistem.

Soal 4

Selama suatu tumbukan, hasil pengukuran menunjukkan momentum berikut:

  • Momentum benda A berubah dari \(+10\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}}\) menjadi \(+2\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}}\).
  • Momentum benda B berubah dari \(-4\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}}\) menjadi \(+4\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}}\).

Seorang siswa berpendapat bahwa momentum tidak kekal karena benda A kehilangan momentum. Siswa lainnya berpendapat bahwa momentum kekal karena momentum total kedua benda tetap konstan.

Tentukan siswa mana yang benar untuk sistem yang terdiri atas kedua benda dan untuk benda A saja. Hitung impuls eksternal netto pada kedua benda, lalu jelaskan apakah data tersebut membuktikan bahwa tumbukan bersifat elastis.

Pembahasan 4

Siswa kedua benar untuk sistem yang terdiri atas kedua benda, tetapi momentum tidak kekal untuk benda A saja. Impuls eksternal netto pada kedua benda adalah nol, dan hasil pengukuran tersebut tidak membuktikan apakah tumbukan bersifat elastis.

Untuk sistem yang terdiri atas kedua benda, momentum total awal adalah:

\[ \begin{aligned} p_i&=+10+(-4)\\ &=+6\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Momentum total akhirnya adalah:

\[ \begin{aligned} p_f&=+2+(+4)\\ &=+6\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Oleh karena itu,

\[ J_{\text{eksternal}}=p_f-p_i=0\ \mathrm{N\,s} \]

Momentum total kedua benda tidak berubah. Momentum benda A berkurang sebesar \(8\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}}\), sedangkan momentum benda B bertambah sebesar jumlah yang sama. Kedua perubahan tersebut saling meniadakan.

Namun, untuk benda A saja, gaya yang diberikan benda B merupakan gaya eksternal. Oleh karena itu, momentum benda A tidak kekal selama tumbukan.

Terakhir, pengukuran momentum saja tidak dapat membuktikan apakah suatu tumbukan elastis. Kamu memerlukan informasi yang cukup tentang massa dan kecepatan benda-benda tersebut untuk membandingkan energi kinetik total sebelum dan sesudah tumbukan. Momentum total yang sama tidak berarti energi kinetik total juga sama.

Soal 5

Sebuah troli A bermassa \(2.0\ \mathrm{kg}\) bergerak ke kanan dengan kecepatan \(4.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\) dan bertumbukan dengan troli B bermassa \(1.0\ \mathrm{kg}\) yang diam. Impuls horizontal eksternal netto pada sistem yang terdiri atas kedua troli dapat diabaikan.

Segera setelah tumbukan, hasil pengukuran menunjukkan:

  • Troli A: \(+1.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\).
  • Troli B: \(+6.0\ \mathrm{m\,s^{-1}}\).

Kedua troli memiliki mekanisme pegas yang telah diberi energi sebelumnya dan melepaskan energi tersimpan selama kontak. Anggap mekanisme tersebut termasuk dalam sistem dan semua penyimpan energi lainnya tetap tidak berubah.

Seorang siswa menyatakan bahwa hasil pengukuran tersebut mustahil: “Jika sistem terisolasi, momentum dan energi kinetik harus sama-sama kekal.”

Evaluasilah pernyataan tersebut. Hitung momentum total dan energi kinetik sebelum serta sesudah tumbukan, kemudian tentukan perubahan energi yang tersimpan dalam pegas.

Pembahasan 5

Hasil pengukuran tersebut konsisten dengan hukum kekekalan momentum, tetapi energi kinetik total meningkat sebesar \(3.0\ \mathrm J\). Tumbukan tersebut tidak elastis: pegas melepaskan \(3.0\ \mathrm J\) energi tersimpan yang kemudian menjadi tambahan energi kinetik.

Pertama, periksa kekekalan momentum.

Sebelum tumbukan:

\[ \begin{aligned} p_i&=(2.0)(+4.0)+(1.0)(0)\\ &=+8.0\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Setelah tumbukan:

\[ \begin{aligned} p_f&=(2.0)(+1.0)+(1.0)(+6.0)\\ &=+8.0\ \mathrm{kg\,m\,s^{-1}} \end{aligned} \]

Momentum total tidak berubah. Gaya internal antara kedua troli, termasuk gaya yang berkaitan dengan mekanisme pegas, dapat mendistribusikan kembali momentum di antara kedua benda tanpa mengubah momentum total sistem.

Sekarang bandingkan energi kinetiknya.

Pada awalnya:

\[ E_{k,i}=\frac12(2.0)(4.0)^2 =16.0\ \mathrm J \]

Pada akhirnya:

\[ \begin{aligned} E_{k,f} &=\frac12(2.0)(1.0)^2 +\frac12(1.0)(6.0)^2\\ &=1.0+18.0\\ &=19.0\ \mathrm J \end{aligned} \]

Peningkatan energi kinetiknya adalah:

\[ \Delta E_k=19.0-16.0=+3.0\ \mathrm J \]

Karena pegas merupakan satu-satunya penyimpan energi lain yang mengalami perubahan, energi tersimpan dalam pegas harus berkurang sebesar \(3.0\ \mathrm J\). Tambahan energi kinetik berasal dari penyimpan energi internal tersebut.

Kesalahan siswa adalah menyamakan kekekalan energi total dengan kekekalan energi kinetik. Sistem terisolasi mempertahankan energi totalnya, tetapi energi dapat berpindah antara energi kinetik, energi potensial elastis, energi termal, dan bentuk energi lainnya.

Tumbukan tersebut tidak elastis karena energi kinetik totalnya berubah. Fakta bahwa momentum kekal tidak mengharuskan energi kinetik juga kekal.

Inilah prinsip yang lebih mendasar: kekekalan momentum berkaitan dengan impuls eksternal netto pada suatu sistem, sedangkan kekekalan energi kinetik bergantung pada sifat interaksi dan perpindahan energi di dalam sistem tersebut.

Konsep berikutnya yang bermanfaat adalah impuls-momentum. Ketika soal tumbukan memberikan grafik gaya terhadap waktu, luas di bawah grafik menunjukkan impuls, yang menentukan seberapa besar perubahan momentum total sistem. Metode inilah yang harus digunakan ketika asumsi bahwa impuls eksternal dapat diabaikan tidak lagi berlaku.